Follow Us :
Mahasiswa Hukum Keluarga Islam STAIN Majene Meraih Juara 1 pada MTQ Ke 11 Kabupaten Polewali Mandar

Mahasiswa Hukum Keluarga Islam STAIN Majene Meraih Juara 1 pada MTQ Ke 11 Kabupaten Polewali Mandar

*Mahasiswa STAIN Majene Raih Juara 1 Cabang Qiraat Murottal Remaja pada MTQ ke-11 Kabupaten Polewali Mandar*

Polewali Mandar — Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-11 tingkat Kabupaten Polewali Mandar yang diselenggarakan di Kecamatan Tinambung tahun 2026.

Arsyad, mahasiswa Jurusan Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), berhasil meraih Juara 1 pada cabang lomba Qiraat Murottal kategori remaja. Ia tampil sebagai perwakilan dari Kafilah Kecamatan Alu.

Mahasiswa yang berasal dari Dusun Sosso, Desa Saragian tersebut menunjukkan kemampuan tilawah yang sangat baik dengan memperhatikan kaidah tajwid, tartil, serta penghayatan terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an. Penampilannya dinilai unggul oleh dewan juri dibandingkan peserta lainnya.

Prestasi ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa STAIN Majene tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Keikutsertaan Arsyad dalam ajang MTQ mencerminkan peran aktif mahasiswa dalam membumikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Dalam keterangannya, Arsyad menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih serta harapannya ke depan. Ia berharap dapat terus meningkatkan kemampuan diri sekaligus menginspirasi generasi muda lainnya.
“Semoga ke depannya saya bisa menjadi lebih baik lagi, dan bersama teman-teman terus berupaya dalam membumikan Al-Qur’an,” ujarnya.

Pihak kampus STAIN Majene memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Dengan capaian ini, STAIN Majene kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter religius dan berakhlak Qur’ani.