Follow Us :
STAIN Majene Gelar Workshop Pengabdian Masyarakat Berbasis ABCD

STAIN Majene Gelar Workshop Pengabdian Masyarakat Berbasis ABCD

Majene – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene menyelenggarakan Workshop Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) dengan tema “Membangun PKM yang Partisipatif dan Berkelanjutan melalui Pendekatan Asset-Based Community Development”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dalam merancang dan melaksanakan program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada potensi, aset, dan partisipasi aktif masyarakat.

Workshop menghadirkan narasumber, Dr. Andi Asrifan, S.Pd., M.Pd., akademisi dan praktisi pemberdayaan masyarakat yang telah banyak mengembangkan model pengabdian berbasis komunitas. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa paradigma pengabdian masyarakat saat ini harus bergeser dari pendekatan berbasis masalah (needs-based approach) menuju pendekatan berbasis aset (asset-based) yang memandang masyarakat sebagai subjek pembangunan yang memiliki kekuatan dan potensi untuk dikembangkan.

Dr. Andi Asrifan menjelaskan konsep ABCD melalui beberapa tahapan penting, yaitu:

  • A (Asset), yaitu mengidentifikasi dan memetakan seluruh aset yang dimiliki masyarakat, baik aset individu, sosial, budaya, ekonomi, maupun kelembagaan.

  • B (Best Practice), yaitu menggali pengalaman terbaik dan praktik-praktik sukses yang pernah dilakukan masyarakat sebagai modal sosial untuk pengembangan program.

  • C (Community Collaboration), yaitu membangun kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program pengabdian.

  • D (Development and Sustainability), yaitu mengembangkan program yang berorientasi pada keberlanjutan sehingga manfaat kegiatan tetap dirasakan masyarakat meskipun program pengabdian telah selesai dilaksanakan.

Menurutnya, keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu membangun kemandirian masyarakat dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pendekatan ABCD menempatkan masyarakat sebagai mitra sekaligus pelaku utama dalam setiap tahapan pemberdayaan.

Kegiatan workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, pemetaan aset komunitas, dan simulasi penyusunan program PKM berbasis ABCD. Para peserta yang terdiri dari dosen dan pengelola program pengabdian tampak antusias mengikuti kegiatan dan berdiskusi mengenai penerapan pendekatan ABCD dalam berbagai bidang pengabdian.

Melalui workshop ini, STAIN Majene berharap para dosen mampu merancang program pengabdian yang lebih inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan, serta menghasilkan model pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan peran perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. (idn/22/6/26)